Kamu pernah nggak, waktu kecil dulu, iseng-iseng uji makanan amilum di dapur rumah? Saya dulu pernah, gara-gara nonton acara TV edukasi, langsung ambil nasi, tetesin cairan ungu yang katanya larutan lugol dari kotak alat praktikum sekolah. Eh, ternyata hasilnya biru kehitaman! Sejak itu, saya jadi penasaran soal uji amilum ini.
Amilum adalah salah satu jenis karbohidrat kompleks yang banyak ditemukan di bahan makanan pokok seperti nasi, singkong, kentang, dan jagung. Nah, uji amilum adalah metode sederhana yang sering dipakai buat mendeteksi keberadaan pati atau amilum dalam suatu bahan makanan. Caranya gampang, tapi manfaatnya luar biasa, apalagi buat industri makanan, laboratorium, sampai dapur kamu sendiri kalau mau iseng-iseng ngetes camilan.
Di artikel ini, saya bakal ajak kamu ngobrol soal apa itu uji amilum, gimana cara kerjanya, kenapa penting, dan pastinya diakhiri dengan ajakan kalau kamu butuh layanan kalibrasi alat lab atau pelatihan, bisa langsung hubungi tim saya di PT Sinergi Pro Inovasi. Yuk, kita mulai!
Uji Amilum Adalah Teknik Deteksi Kandungan Pati yang Mudah dan Akurat
Sebelum kita nyemplung lebih dalam, saya mau kasih sedikit pemahaman dasar. Amilum adalah senyawa karbohidrat kompleks berbentuk polisakarida yang tersusun dari rantai glukosa. Fungsinya sebagai cadangan energi di tanaman, dan kalau dikonsumsi manusia, jadi sumber kalori utama. Nah, buat tahu apakah suatu bahan makanan mengandung amilum atau nggak, dilakukanlah uji amilum.
Uji amilum pada makanan itu sebenarnya sederhana. Biasanya uji amilum menggunakan larutan lugol (yodium) yang akan bereaksi dengan kandungan amilum dalam makanan, menghasilkan warna biru kehitaman. Teknik ini nggak cuma dipakai di laboratorium sekolah aja, tapi juga di laboratorium industri pangan, farmasi, bahkan di laboratorium kalibrasi kayak tempat saya kerja.
Yuk, saya jelaskan step by step-nya lewat sub-bab berikut ini.
Apa Itu Uji Amilum?
Singkatnya, uji amilum adalah metode untuk mendeteksi kandungan amilum pada bahan makanan atau bahan uji lainnya menggunakan reaksi kimia sederhana. Ketika larutan lugol diteteskan ke bahan yang mengandung amilum, maka akan terjadi perubahan warna menjadi biru kehitaman. Reaksi ini terjadi karena yodium berinteraksi dengan rantai amilosa dalam amilum, membentuk kompleks warna tersebut.
Contohnya nih, kalau kamu tetesin lugol ke potongan roti tawar atau nasi, hasilnya bakal muncul warna biru kehitaman di area yang kena cairan. Nah, kalau kamu coba di telur atau daging, warnanya bakal tetap cokelat kekuningan, karena nggak ada amilumnya.
Fungsi dan Manfaat Uji Amilum Pada Makanan
Selain buat praktikum sekolah atau seru-seruan di rumah, uji amilum pada makanan juga penting banget di industri pangan. Misalnya, buat memastikan bahan baku sesuai spesifikasi, memverifikasi kandungan pati dalam produk, atau sebagai kontrol mutu.
Saya pernah handle kasus di laboratorium, ada klien industri snack yang klaim produknya “bebas pati”, tapi pas kita uji makanan amilum di lab, hasilnya positif biru kehitaman. Langsung deh repot itu tim QA-nya. Makanya penting banget, karena bisa mencegah misleading product label, bahkan potensi masalah hukum.
Baca Juga : Kenapa Power Supply DC Itu Penting? Ini Penjelasan Mudahnya, Biar Nggak Bingung Lagi!
Bagaimana Cara Melakukan Uji Amilum?
Nah, setelah kamu paham konsepnya, sekarang saya kasih tahu cara melakukan uji amilum menggunakan metode paling umum di laboratorium maupun skala sederhana.
Alat dan Bahan yang Digunakan
Untuk uji amilum menggunakan metode larutan lugol, kamu perlu:
- Larutan Lugol (Iodium-Povidone)
Biasanya tersedia di laboratorium atau apotek. - Bahan Uji
Bisa nasi, roti, kentang, mie, atau bahan lain yang ingin diuji kandungan amilumnya. - Pipet Tetes
Buat ngambil dan menetesi larutan. - Cawan atau Piring Putih
Supaya hasil perubahan warnanya jelas kelihatan.
Prosedur Uji Amilum
Langkah-langkahnya:
- Siapkan bahan makanan di atas piring putih.
- Teteskan larutan lugol di permukaan bahan tersebut.
- Amati perubahan warnanya.
- Jika muncul warna biru kehitaman, artinya ada kandungan amilum.
- Kalau tetap cokelat kekuningan, berarti nggak ada.
Prosedurnya gampang banget, kayak eksperimen anak SD, tapi jangan salah, di industri pangan hasilnya bisa jadi penentu lolos-tidaknya sebuah produk.
Pentingnya Uji Amilum di Industri Pangan dan Laboratorium
Buat industri makanan dan laboratorium, uji amilum bukan sekadar eksperimen iseng.
Pengawasan Mutu Produk Makanan
Uji amilum pada makanan berguna banget buat kontrol kualitas. Misal, buat memastikan kadar amilum di produk sesuai standar, atau memastikan klaim “bebas pati” benar adanya. Saya sering banget handle proyek kayak gini di lab, dan hasilnya bisa jadi bahan evaluasi besar-besaran di pabrik.
Keperluan Riset dan Pengembangan Produk
Selain itu, uji amilum juga dipakai di bagian R&D industri makanan. Misalnya, buat cari komposisi terbaik dalam pembuatan roti, mie, atau snack ringan. Kandungan amilum yang pas bisa mempengaruhi tekstur, rasa, dan daya simpan produk.
Yuk, Konsultasi Kalibrasi & Pelatihan Bareng Kami!
Nah, sekarang kamu udah tahu kan kalau uji amilum itu bukan cuma sekadar eksperimen anak sekolahan, tapi juga penting buat industri makanan dan laboratorium. Kalau kamu pegang alat lab yang butuh kalibrasi, atau mau pelatihan tentang uji-uji kimia pangan dan farmasi, langsung aja hubungi saya atau tim di PT Sinergi Pro Inovasi (SPIN). Kita bisa bantu dari kalibrasi alat laboratorium, konsultasi metode pengujian, sampai pelatihan onsite.
Kontak Kami:
-
-
-
-
-
-
- Kurniawan Hidayat: 0813-2117-0714 (Info Konsultasi)
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
- Destia Marsha: 0813-2145-5501 (Info Training)
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
- Hubungi kami di: 0813-9438-9300 untuk layanan kalibrasi yang terpercaya dan berkualitas!
-
-
-
-
-
-
Jangan tunggu alat lab kamu error dulu baru kalibrasi ya. Yuk, jadwalkan dari sekarang!





One comment
Pingback: Vacuum Gauge Adalah? Ini Fungsi, Jenis, dan Kenapa Alat Ini Wajib Kamu Kenal