Pernah nggak sih kamu makan sesuatu yang kelihatannya enak, aromanya menggoda, tapi setelah itu perut kamu ngasih kode SOS? Nah, salah satu alasan kenapa itu bisa terjadi adalah karena produk makanan atau minuman yang kamu konsumsi mengandung bakteri melebihi batas aman. Di sinilah uji TPC jadi pahlawan tanpa tanda jasa.
Sebagai orang yang sehari-hari ngoprek alat dan prosedur kalibrasi di laboratorium, saya cukup sering dapat cerita dari klien soal pentingnya angka lempeng total ini. Dulu, waktu awal-awal belajar tentang apa itu TPC, saya kira cuma soal hitung-hitungan bakteri aja. Eh, ternyata ada ilmunya, ada tekniknya, dan ada dramanya juga kalau hasilnya nggak sesuai standar.
Makanya, di artikel ini saya mau ajak kamu buat kenalan lebih dekat sama uji angka lempeng total ini. Nggak usah takut — kita bakal bahas dengan bahasa santai, tapi tetap ilmiah. So, siap? Yuk kita mulai!
TPC Adalah
Kalau kamu pernah dengar istilah TPC, itu singkatan dari Total Plate Count atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan angka lempeng total. Ini adalah metode dalam mikrobiologi yang dipakai buat ngitung jumlah total koloni bakteri hidup dalam sampel makanan, minuman, air, hingga kosmetik.
Uji angka lempeng total adalah cara cepat buat tahu seberapa higienis suatu produk, karena semakin tinggi angkanya, semakin besar kemungkinan produk itu mengandung bakteri yang bisa bikin masalah kesehatan.
Di laboratorium kami, uji ini jadi prosedur wajib, apalagi buat perusahaan makanan, farmasi, dan minuman. Uji TPC adalah salah satu cara paling sederhana tapi efektif untuk kontrol kualitas produk sebelum dipasarkan.
Nah, supaya kamu nggak bingung, kita breakdown yuk jenis-jenis dan prosesnya di bawah ini.
Apa Itu TPC?
Apa itu TPC? Secara sederhana, TPC atau Total Plate Count adalah metode perhitungan jumlah koloni bakteri hidup dalam sampel tertentu menggunakan media padat (plate). Nanti, hasilnya dihitung setelah proses inkubasi selama periode tertentu di suhu tertentu. Biasanya di 35-37°C selama 24-48 jam, tergantung jenis bakteri yang dicari.
Jadi, hasil uji TPC ini berupa angka yang menunjukkan jumlah koloni bakteri per gram atau per mililiter sampel. Dan dari sini kita bisa nilai, aman nggaknya produk itu untuk dikonsumsi atau dipakai.
Uji Angka Lempeng Total Adalah
Uji angka lempeng total adalah prosedur untuk menentukan jumlah koloni bakteri aerobik yang tumbuh dalam media padat. Metode ini penting banget karena bisa kasih gambaran tentang kondisi higienitas bahan pangan atau minuman. Di beberapa standar mutu pangan, kayak SNI atau BPOM, ada batas maksimum angka lempeng total yang harus dipenuhi.
Misalnya nih, kalau kamu produksi susu pasteurisasi, TPC-nya nggak boleh lebih dari 100.000 CFU/ml. Nah kalau hasil uji ALT alias uji angka lempeng total adalah lebih dari itu, produk kamu bisa ditolak edar. Sayang banget kan?
Baca Juga : Jangan Asal Colok! Begini Cara Tes Megger Instalasi Listrik yang Aman dan Akurat
Prosedur Uji TPC
Di laboratorium, uji TPC itu prosesnya lumayan gampang kok kalau udah biasa. Tapi tetap harus teliti dan steril.
Tahapan Uji TPC Adalah
- Persiapan Sampel: Sampel diencerkan bertahap.
- Penanaman ke Media: Ditaburkan di media padat (plate count agar).
- Inkubasi: Plate disimpan di inkubator 35-37°C selama 24-48 jam.
- Perhitungan Koloni: Koloni bakteri yang tumbuh dihitung, lalu dikonversi ke CFU/ml atau CFU/gr.
Pentingnya Uji ALT dalam Industri
Uji ALT adalah bagian penting dari quality control. Di dunia industri pangan, farmasi, bahkan kosmetik, data hasil uji ALT bisa menentukan diterima atau ditolaknya produk. Bayangkan kalau produk kamu rilis ke pasar tanpa uji ini, terus ada bakteri yang bikin konsumen keracunan. Waduh, bisa jadi headline berita deh!
Standar dan Interpretasi Hasil TPC
Setelah proses uji selesai, hasilnya bakal dibandingin sama standar yang berlaku.
Batas Maksimum Angka Lempeng Total
Setiap produk punya standar angka maksimal TPC yang diizinkan. Misal:
- Air minum dalam kemasan: max 100 CFU/ml
- Susu pasteurisasi: max 100.000 CFU/ml
- Kosmetik cair: max 1000 CFU/ml
Kalau hasilnya melebihi batas itu, harus ada tindakan korektif, bisa berupa perbaikan proses produksi atau bahkan penarikan produk.
Cara Menangani Hasil TPC Tinggi
Kalau hasil uji TPC menunjukkan angka tinggi, biasanya yang dicek:
- Kebersihan alat produksi
- Higienitas personel
- Prosedur produksi
- Kualitas bahan baku
Di lab kami, saya biasa bantu klien evaluasi titik mana yang bermasalah. Kadang ternyata cuma soal wastafel yang bocor atau alat yang lupa dikalibrasi. Kecil, tapi dampaknya besar.
Butuh Bantuan? Hubungi Kami Sekarang!
Nah, sekarang kamu sudah tahu kan betapa pentingnya uji TPC ini? Jangan anggap remeh soal angka lempeng total, karena itu bisa jadi penentu aman nggaknya produk yang kamu jual atau konsumsi.
Kalau kamu butuh layanan kalibrasi, pelatihan, atau konsultasi soal uji mikrobiologi atau prosedur laboratorium lainnya, jangan sungkan buat kontak saya dan tim:
-
-
-
-
-
-
- Kurniawan Hidayat: 0813-2117-0714 (Info Konsultasi)
- Destia Marsha: 0813-2145-5501 (Info Training)
- Hubungi kami di: 0813-9438-9300 untuk layanan kalibrasi yang terpercaya dan berkualitas!
-
-
-
-
-
Karena di laboratorium, yang kecil-kecil kayak bakteri itu justru yang bisa bikin repot. Jadi pastikan prosedur dan alat kamu dalam kondisi prima!





One comment
Pingback: Kenapa Uji Kekerasan Tablet Itu Penting? Saya Pernah Alami Sendiri di Lab!