Audit Internal ISO 17025

Posted by on March 19, 2018

Audit Internal

  • Audit Internal merupakan perangkat manajemen untuk mengetahui bagaimana suatu laboratorium melakukan pengontrolan yang efektif atas pelaksanaan aspek mutu dari standar atau dari aturan yang dianutnya.
  • Kegiatan audit menjadi suatu keharusan bagi laboratorium yang menerapkan SNI/ISO/IEC 17025:2008

Definisi

Sebuah proses yang sistematik, independen, dan didokumentasikan, untukmemperoleh dan mengevaluasi fakta secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit dapat dipenuhi :

  • Pemeriksaan sistematik
  • Pemeriksaan yang didokumentasikan
  • Pemeriksaan yang independen
  • Pengumpulan fakta
  • Evaluasi fakta (secara obyektif)
  • Penentuan sejauh mana prosedur yang telah didokumentasikan dan/atau kriteria audit telah dipenuhi

Mengapa Perlu Audit Internal

  • Bila sebuah laboratorium ingin melihat seberapa jauh sebuah instrumen bekerja dengan baik maka perlu dikalibrasi atau di verifikasi.
  • Bagaimana melihat suatu manajemen mutu telah diterapkan ? Perlu dilakukan pengukuran, yaitu dengan melakukan audit internal.

Tujuan Audit Internal

  • Memverifikasi bahwa kegiatan laboratorium dilakukan secara kontinu sesuai persyaratan sistem manajemen .
  • Memeriksa pemenuhan sistem manajemen dengan persyaratan SNI ISO/IEC 17025: 2008 atau kesesuaiannya dengan kriteria lain yang relevan.
  • Memeriksa kesesuaian semua kebijakan dinyatakan dalam Panduan Mutu dan dokumen-dokumen lain yang terkait terhadap implementasinya diseluruh tingkatan kerja.
  • Ketidaksesuaian yang ditemukan dalam audit internal sebagai informasi yang berharga untuk meningkatkan sistem manajemen laboratorium dan sebagai masukan pada kaji ulang manajemen.

Manfaat Audit Internal

  1. Apakah penerapan sistem manajemen mutu di laboratorium telah memenuhi standar ISO/IEC 17025 yang digunakan sebagai acuan akreditasi.
  2. Menilai kesiapan laboratorium dalam rangka menghadapi audit eksternal
  3. Memenuhi ketentuan yang disyaratkan oleh pelanggan apabila ditetapkan dalam suatu kontrak.
  4. Melindungi investasi yang telah dikeluarkan untuk pembuatan sistem mutu.
  5. Mencegah biaya yang timbul yang berkaitan dengan kegagalan sistem mutu

Comments

Be the first to comment.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>